Pengembangan modul pemantau penggunaan energi listrik untuk menunjang implementasi industri 4.0

  • Harry Prayoga Setyawan Institut Teknologi Bandung
  • Sri Raharno Institut Teknologi Bandung

Abstract

Industri manufaktur telah memasuki era baru, yaitu era Industri 4.0 yang mempunyai tujuan utama antara lain untuk peningkatan efisiensi, pengurangan pemborosan, dan penurunan ongkos produksi. Penerapan paradigma Industri 4.0 memerlukan persyaratan pokok, yaitu semua elemen produksi seperti peralatan produksi, operator, dan benda kerja harus mempunyai kecerdasan. Agar mempunyai kecerdasan, elemen produksi antara lain seperti mesin-mesin perkakas perlu dilengkapi dengan modul tambahan. Mesin perkakas secara umum tidak memiliki sistem pemantauan energi. Modul pemantau energi mengukur energi yang digunakan mesin dan data pengukuran disimpan dalam basis data. Data pengukuran divisualisasikan pada antarmuka web pemantauan energi. Hasil pengujian pembacaan sensor dibandingkan dengan pembacaan alat ukur pembanding didapatkan hasil ketelitian sensor tegangan 0,96% dan sensor arus 0,92%. Ketelitian pembacaan sensor mempunyai nilai keakuratan sesuai standar IEC No. 13B-23 yang klasifikasikan ke golongan III dengan nilai ketelitian 1,0%. Modul pemantau energi memiliki kebutuhan daya sebesar 6 Wh dan dilengkapi dengan baterai yang dapat dioperasikan selama 2 jam 25 menit. Modul pemantau energi memiliki indikator TKT 5 pada pengukuran Tingkat Ketersiapan Teknologi (TKT).

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-09-14
How to Cite
SETYAWAN, Harry Prayoga; RAHARNO, Sri. Pengembangan modul pemantau penggunaan energi listrik untuk menunjang implementasi industri 4.0. Jurnal Teknik Mesin Indonesia, [S.l.], v. 16, n. 2, p. 31-37, sep. 2021. ISSN 2597-7563. Available at: <http://jurnal.bkstm.org/index.php/jtmi/article/view/238>. Date accessed: 26 jan. 2022. doi: https://doi.org/10.36289/jtmi.v16i2.238.
Section
Mechanical Engineering